Persepsi Native Speaker terhadap Pelafalan dan Intonasi Bahasa Jepang Pembelajar Indonesia serta Implikasinya terhadap Pembelajaran

Penulis

  • Nurica Virdaus Independen

Kata Kunci:

Persepsi native speaker, Pelafalan bahasa Jepang, Intonasi, Pembelajaran bahasa Jepang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi native speaker bahasa Jepang terhadap pelafalan dan intonasi pembelajar bahasa Jepang penutur bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian yang mengaitkan persepsi native speaker dengan fokus pembelajaran pelafalan di kelas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari angket yang diisi oleh 20 native speaker bahasa Jepang berdasarkan pengalaman umum berinteraksi dengan pembelajar bahasa Jepang orang Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi native speaker terhadap pelafalan dan intonasi pembelajar cenderung positif, terutama jika konteks percakapan jelas. Kesalahan pelafalan dan intonasi tidak selalu menghambat pemahaman makna, sebab keterpahaman ujaran secara utuh lebih penting daripada ketepatan cara berbicara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran pelafalan, khususnya dalam keterampilan berbicara perlu menerapkan prinsip prioritas dengan menekankan aspek yang berdampak langsung pada keterpahaman serta menerapkan koreksi secara selektif dan kontekstual.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-27

Cara Mengutip

Virdaus, N. (2026). Persepsi Native Speaker terhadap Pelafalan dan Intonasi Bahasa Jepang Pembelajar Indonesia serta Implikasinya terhadap Pembelajaran. PenaEmas, 4(1), 678–688. Diambil dari https://ojsman1pasuruan.sch.id/jurnal/index.php/PenaEmas/article/view/75

Terbitan

Bagian

Artikel