Metode Ice Breaking Pembelajaran Al-Qur’an Hadis untuk Kenyamanan Emosional Siswa Kelas X-J dan XI-B MAN 1 Pasuruan
DOI:
https://doi.org/10.64688/jpe.v3i2.71Kata Kunci:
Ice Breaking, Emosional Siswa, Al-Qur’an HadisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode ice breaking dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis sebagai upaya meningkatkan kenyamanan emosional dan kesiapan belajar siswa kelas X-J dan XI-B MAN 1 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking diterapkan pada awal, tengah, dan akhir pembelajaran melalui kegiatan seperti tepuk semangat, tepuk selamat pagi, permainan konsentrasi, gerak tubuh sesuai instruksi angka, serta aktivitas menulis harapan di papan tulis. Penerapan kegiatan tersebut berdampak pada meningkatnya semangat belajar, berkurangnya rasa kantuk, terciptanya suasana yang rileks, serta meningkatnya fokus dan kenyamanan emosional siswa selama pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan ruang gerak, dan kebutuhan guru untuk terus memodifikasi variasi ice breaking. Upaya mengatasinya dilakukan melalui manajemen kelas yang lebih adaptif dan pemanfaatan media sederhana. Kesimpulannya, ice breaking merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kenyamanan emosional dan kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadis.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode ice breaking dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis sebagai upaya meningkatkan kenyamanan emosional dan kesiapan belajar siswa kelas X-J dan XI-B MAN 1 Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking diterapkan pada awal, tengah, dan akhir pembelajaran melalui kegiatan seperti tepuk semangat, tepuk selamat pagi, permainan konsentrasi, gerak tubuh sesuai instruksi angka, serta aktivitas menulis harapan di papan tulis. Penerapan kegiatan tersebut berdampak pada meningkatnya semangat belajar, berkurangnya rasa kantuk, terciptanya suasana yang rileks, serta meningkatnya fokus dan kenyamanan emosional siswa selama pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan karakter siswa, keterbatasan ruang gerak, dan kebutuhan guru untuk terus memodifikasi variasi ice breaking. Upaya mengatasinya dilakukan melalui manajemen kelas yang lebih adaptif dan pemanfaatan media sederhana. Kesimpulannya, ice breaking merupakan pendekatan yang efektif dan aplikatif dalam meningkatkan kenyamanan emosional dan kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadis.


