Pendidikan Karakter dalam Adab dan Tradisi Pondok Pesantren di Indonesia: Analisis terhadap Persepsi Feodalisme di Media
DOI:
https://doi.org/10.64688/jpe.v3i2.66Kata Kunci:
Pendidikankarakter pondokpesantren adab tradisi feodalisme.Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya pemberitaan di salah satu stasiun televisi nasional yang menilai bahwa tradisi di pondok pesantren di Indonesia mengandung unsur feodalisme atau perbudakan. Pemberitaan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian pihak setuju dengan pandangan itu karena menilai tradisi pesantren dianggap berlebihan dan tidak sejalan dengan ajaran Islam. Namun, sebagian lainnya tidak sepakat dan menilai anggapan tersebut muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap budaya serta sistem pendidikan khas pesantren. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam adab dan tradisi pesantren, serta menelusuri bagaimana media membentuk citra dan narasi mengenai tradisi tersebut dalam pemberitaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pengumpulan data melalui media literatur, observasi lapangan, dan wawancara langsung dengan beberapa tokoh pesantren seperti Kiyai, Ustaz, dan santri. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan data wacana kritis untuk memahami cara media mnegkontruksi makna dan istilah ‘feodalisme’ muncul karena perbedaan sudut pandang terhadap tradisi pondok pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghormatan santri kepada orang yang mendidiknya selama di pesantren alias Kiyai dan tradisi hierarkis di pesantren bukan bentuk feodalisme, melaikan bagian dari penanaman nilai-nilai pendidikna karakter yang menanamkan nilai sopan santun, penghargaan terhadap ilmu, serta pembentukan pribadi yang berakhlak. Adat dan tradisi tersebut justru menjadi sarana pembentukan karakter dan spiritual yang kuat. Maka, tuduhan adanya feodalisme di pesantren disebabkan kesalahpahaman dalam membaca konteks budaya dan nilai pendidikan islam yang khas.
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-16 (2)
- 2026-02-15 (1)


